Belajar Membuat Aplikasi Android dengan Android Studio

Published by farizdotid on

Belajar membuat aplikasi android

Kamu ingin belajar membuat aplikasi Android menggunakan tools Android Studio ? Nah, kursus “Belajar membuat aplikasi android” ini cocok untuk kamu yang ingin mulai belajar pemrograman android dari 0. Lebih enak lagi materinya ter-struktur dan berbahasa Indonesia, jadi kamu lebih paham. Guna mendukung pengembangan aplikasi sistem operasi Android, Android Studio menggunakan sistem berbasi Gradle, emulator, template kode, dan integrasi ke Github yang memudahkan para pengembang. Pada artikel kali ini, kita akan mengenal dasar-dasar belajar membuat aplikasi Android dan atribut umum (common attribute) yang digunakan.

Belajar Membuat Aplikasi Android

Persiapan

Ada tools yang perlu di install ke komputer atau laptop kamu.

Install Android Studio

Software ini dapat digunakan secara gratis dan dapat diunduh melalui website resminya.

Download Android Studio : https://developer.android.com/studio

Install Java SE Development Kit

Karena kita akan membuat aplikasi android maka bahasa pemrograman yang akan kita pakai adalah bahasa Java.

Download Java SE Development Kit : https://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk11-downloads-5066655.html

Pakai emulator atau USB debugging?

Ahmad Arif Faizin, seorang Android Developer dan instruktur di Udemy, menjelaskan bahwa kita dapat memilih menggunakan emulator bawaan Android Studio untuk menguji coba hasil kodingan kita. Jika menggunakan emulator bawaan Android Studio, agan bisa memilih apa jenis perangkat yang ingin diujikan berdasarkan resolusi layar dan spesifikasi umum. Selain itu, ada pula emulator lain seperti Nox, Bluestacks, dan sebagainya.

Jika menggunakan USB debugging, kita perlu mengaktifkan mode developer di perangkat yang akan digunakan untuk uji coba agar dapat mengakses fitur USB debugging. Siapkan pula kabel data untuk menghubungkan perangkat ke komputer.

Referensi Emulator :

Nox : https://www.bignox.com/

Bluestacks : https://www.bluestacks.com/id/index.html

Genymotion : https://www.genymotion.com/

Berkenalan dengan tools Android Studio

Untuk memulai belajar membuat aplikasi android kita harus mengetahui terlebih dahulu tools atau IDE yang akan kita pakai.

Struktur Project Android Studio

Ketika kita memulai suatu project aplikasi dengan Android Studio, software akan secara otomatis membuat paket, folder, dan file. Oleh karena itu kamu harus membuat project baru terlebih dahulu untuk dapat melihat apa saja isi project Android Studio.

Jalankan Android Studio di komputer kamu kemudian pilih start a new Android Studio project  ➝ Isikan nama project dan nama situs kamu ➝  kemudian tekan next ➝ Pilih API level dan tekan next ➝ Kemudian pilih template Empty Activity. Nah, project baru sudah selesai dibuat dan siap diisi. Sebelum itu, mari kenali terlebih dahulu struktur projectnya:

  1. Manifest (app/manifest/AndroidManifest.xml)

Folder pertama ini berisi file AndroidManfiest.xml yang berisi komponen dari sebuah aplikasi seperti activity, services, user permission, content provider, dan lain-lain.

  1. Java (app/packagename/MainActivity.java)

Merupakan folder yang berisi file-file perintah dengan ekstensi java, yang juga terkandung class activity di aplikasi.

  1. Res

Folder ini berisi drawable, layout, mipmap, dan values. File di folder ini ditujukan untuk memberi tampilan visual pada aplikasi. Drawable berisi kumpulan gambar yang akan digunakan dalam aplikasi. Layout adalah tempat dimana file desain layout ditempatkan. Mipmap menyimpan kumpulan icon yang akan digunakan.

Jenis Layout

Hal mendasar yang perlu diketahui ketika belajar membuat aplikasi Android adalah jenis-jenis layout. Hal ini penting karena berkaitan dengan struktur desain suatu aplikasi. Terdapat beberapa layout umum antara lain:

Linear Layout

Layout ini merupakan jenis layout default pada Android Studio versi 2.3 ke bawah. Karakteristik dari Linear Layout adalah kita diwajibkan mendesain secara linier dan berurutan seperti dari kiri ke kanan atau atas ke bawah.

Relative Layout

Jenis layout ini memberikan kebebasan untuk meletakkan dimana posisi elemen yang diinginkan, namun setiap elemen wajib memiliki relasi antar elemen.

Frame Layout

Frame layout memungkinkan satu elemen saling tumpang tindih dengan elemen lainnya. Jenis layout ini sering digunakan untuk membuat aplikasi game dengan tatap muka yang lebih rumit.

Constraint Layout

Layout ini memanfaatkan constraint untuk menentukan posisi sebuah elemen. Layout ini tergolong baru, dengan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi

 

Belajar Membuat Aplikasi Android di Udemy

Bagi kamu yang ingin belajar membuat aplikasi Android lebih dalam lagi, kamu bisa mencobanya di Udemy. Salah satu kelas berbahasa Indonesia yang direkomendasikan adalah  “Belajar Android Dasar Dari Nol Sampai Expert” yang diajarkan oleh Ahmad Arif Faizin. Kenapa harus belajar di Udemy? Ada berbagai fitur yang membantu dan mempermudah proses pembelajaran seperti fitur download resource dimana kamu bisa mengunduh materi pembelajaran yang disediakan oleh instruktur. Kemudian jika kebingungan, langsung tanyakan saja melalui fitur ‘Q&A.’

Di Udemy, ada berbagai kursus selain membuat aplikasi Android seperti desain web, desain grafis, manajemen produk, digital marketing, dan lain-lain. Metode pembayarannya sendiri juga mudah, kamu bisa membayar kursus melalui Alfamart dan Indomaret.

Belajar membuat aplikasi android

Belajar membuat aplikasi android

Belajar membuat aplikasi android

Belajar membuat aplikasi android

Nah, Kursus Android Dasar Dari Nol Sampai Expert sangat cocok bagi kamu yang baru mulai terjun kedalam profesi Android Developer. Semoga bermanfaat dan jika ada yang ingin agan tanyakan boleh langsung tulis di kolom komentar. Hatur nuhun!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.